Ketua Umum GNI Angkat Bicara Soal Harga Beras Naik Saat Stok Melimpah: “Miris, Ini Cerminan Gagalnya Tata Kelola Pangan”
Nasional, 6 Juli 2025 – Harga beras kembali menjadi sorotan publik setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru bahwa 163 kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan harga beras pada minggu keempat Juni 2025. Ironisnya, lonjakan harga ini terjadi di tengah klaim pemerintah bahwa stok beras nasional masih dalam kondisi aman dan melimpah.
Ketua Umum Generasi Negarawan Indonesia (GNI), Rules Gaja, S.Kom, turut angkat bicara terkait situasi ini. Ia menyebut fenomena ini sebagai “miris dan mencerminkan lemahnya tata kelola pangan nasional.”
“Kita bicara soal beras — kebutuhan paling dasar rakyat. Tapi di negeri agraris seperti Indonesia, harga beras bisa naik terus meski katanya stok melimpah. Ini bukan lagi sekadar anomali, ini kegagalan sistemik,” tegas Rules Gaja saat dihubungi, Minggu (6/7).
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar soal produksi, tapi ketimpangan distribusi, lemahnya pengawasan pasar, dan ketidakberpihakan kebijakan terhadap petani kecil dan konsumen.
Faktor Penyebab yang Diangkat GNI
Dalam pernyataannya, Rules Gaja menyoroti sejumlah faktor utama:
-
Distribusi yang tidak adil antara wilayah barat dan timur Indonesia.
-
Biaya logistik dan transportasi yang tidak dikendalikan, membuat harga melambung di wilayah 3T.
-
Minimnya pengawasan spekulasi harga oleh tengkulak dan pedagang besar.
-
Keterlambatan pemerintah dalam menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke pasar saat gejolak harga terjadi.
Desakan untuk Aksi Nyata
Generasi Negarawan Indonesia (GNI) mendesak pemerintah:
-
Segera menggelar operasi pasar besar-besaran di zona rawan harga tinggi, khususnya Maluku dan Papua.
-
Mengevaluasi sistem distribusi dan logistik beras nasional.
-
Membuka data real-time stok dan harga beras secara transparan untuk publik.
-
Memberi sanksi tegas terhadap spekulan dan penimbun beras.
“Kalau rakyat kecil saja tak bisa dijamin makan pokoknya, lalu untuk siapa negara ini berdiri?” pungkas Rules Gaja.
Kondisi harga beras yang terus naik menjadi cerminan bahwa kebijakan pangan masih jauh dari keberpihakan pada rakyat. GNI menyerukan seluruh elemen bangsa untuk tidak diam dan terus mengawal kebijakan pangan nasional agar lebih adil, transparan, dan berpihak pada rakyat kecil.(TIM












Tidak ada komentar:
Posting Komentar