Jakarta, 1 Agustus 2025 —
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kondisi kesejahteraan rakyat Indonesia terus menunjukkan perbaikan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin per Maret 2025 tercatat mengalami penurunan sebesar 1,37 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tingkat pengangguran juga mengalami penurunan, dari 4,82% menjadi 4,76%, menandakan perbaikan dalam pasar tenaga kerja. Bahkan, sepanjang Februari 2025, jumlah lapangan kerja di Indonesia bertambah sebanyak 3,59 juta.
“Data ini menjadi bukti bahwa kebijakan fiskal dan stimulus ekonomi yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan resminya di Jakarta.
💡 Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 2025
Meski kondisi global masih diwarnai ketidakpastian, seperti perang dagang dan tekanan geopolitik, pemerintah tetap optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025 akan bertahan di kisaran 5%.
Sri Mulyani juga menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan paket stimulus ekonomi menjelang Natal dan Tahun Baru 2025–2026, yang ditujukan untuk:
-
Meningkatkan konsumsi masyarakat
-
Menjaga daya beli
-
Mendorong pertumbuhan sektor riil, UMKM, dan pariwisata
⚙️ Reformasi Struktural dan Dukungan Swasta
Selain itu, pemerintah berkomitmen mempercepat deregulasi dan reformasi struktural untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif. Peran serta sektor swasta terus didorong dalam mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.
“Ekonomi tidak hanya bisa tumbuh dari anggaran pemerintah. Kita butuh kolaborasi aktif dengan dunia usaha dan investor, dalam dan luar negeri,” tambah Sri Mulyani.
📈 Harapan dan Langkah Lanjut
Dengan tren positif ini, pemerintah berharap Indonesia mampu keluar lebih kuat dari tekanan global, serta tetap menjaga fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, dan transformasi ekonomi hijau dan digital.
Redaksi GAWAT NEWS
Editor: Bambang
Tanggal: 1 Agustus 2025
Sumber: Kemenkeu RI, BPS












Tidak ada komentar:
Posting Komentar