masukkan script iklan disini
Medan, 25 Des 2025
MEDAN LABUHAN – Infrastruktur jalan warga di Lingkungan 1, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, mengalami kerusakan serius.
Kondisi ini dipicu oleh jebolnya dinding pembatas (talud) di sisi Jalan Tol KM 9.5 yang mengakibatkan air meluap dan mengikis badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi dinding penahan yang terbuat dari susunan batu kali tampak hancur di beberapa titik.
Puing-puing bebatuan berserakan di pinggir jalan, sementara aliran air dari drainase tol meluap hingga menggenangi akses utama warga.
Akses Terputus dan Berbahaya
Kondisi paling memprihatinkan terlihat pada sebuah jembatan beton kecil yang kini tampak "menggantung" karena tanah di bawahnya terkikis air.
Warga terpaksa meletakkan kerucut lalu lintas (traffic cone) berwarna oranye sebagai tanda peringatan agar pengendara sepeda motor tidak terperosok.
"Jalannya jadi kupak-kapik, Kalau hujan deras, air dari arah tol langsung turun ke mari karena dindingnya sudah jebol.
Airnya juga kotor, penuh sampah plastik dan hitam," ujar salah seorang warga yang melintas dengan sepeda motor.
Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Selain kerusakan fisik jalan, genangan air yang menetap di lokasi tampak berwarna hitam pekat dan dipenuhi sampah domestik.
Hal ini menimbulkan aroma tidak sedap dan dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar, terutama yang bermukim di dekat area persawahan tersebut.
Beberapa dampak utama yang dirasakan warga antara lain:
Aksesibilitas Terganggu: Pengendara motor harus ekstra hati-hati saat melintasi beton jalan yang sudah retak dan miring.
Tanpa adanya dinding penahan yang utuh, debit air hujan dari area tol langsung menghantam pemukiman dan lahan pertanian warga. Sampah yang menumpuk di genangan air memperburuk citra lingkungan di wilayah tersebut.
Harapan Warga
Warga Lingkungan 1 Martubung berharap pihak pengelola jalan tol maupun pemerintah kota segera mengambil tindakan nyata. Perbaikan dinding pembatas dinilai sangat mendesak untuk mencegah kerusakan jalan yang lebih luas.
"Kami minta tolong supaya ini segera diperbaiki sebelum ada korban jatuh ke lubang itu. Apalagi ini jalan akses sehari-hari kami untuk bekerja dan ke pasar," tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya melakukan penanganan darurat secara swadaya dengan memasang tanda peringatan seadanya di titik-titik jalan yang amblas.
(TIM)












Tidak ada komentar:
Posting Komentar