• Jelajahi

    Copyright © MEDIA GAWAT NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ads

    Iklan

    Banjir Karangan Bunga di KPK, Dorong Pemeriksaan Bobby Nasution

    GawatNes
    Jumat, 03 Oktober 2025, 1:16:00 PM WIB Last Updated 2025-10-03T20:16:42Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Jakarta, Senin 29 September 2025 – Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Merah Putih, Jakarta, dipenuhi oleh deretan karangan bunga yang terpajang di halaman depan dan sisi jalan. Karangan-karangan bunga tersebut berisi dukungan moral sekaligus desakan agar KPK segera memeriksa Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, dalam dugaan keterlibatan kasus korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara.




    Karangan bunga itu datang dari berbagai elemen masyarakat sipil, organisasi mahasiswa, hingga kelompok masyarakat anti-korupsi. Pesannya senada: mendukung langkah tegas KPK untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi jalan senilai ratusan miliar rupiah, tanpa pandang bulu, termasuk jika menyeret nama orang dekat kekuasaan.



    Fenomena karangan bunga ini mengingatkan publik pada aksi serupa di masa lalu, di mana dukungan moral kepada KPK sering disampaikan lewat simbol-simbol kreatif saat publik merasa ada kasus besar yang harus diusut tuntas.



    Latar Belakang Kasus



    Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait proyek jalan di Sumatera Utara. Mereka adalah:



    • Topan Obaja Putra Ginting (TOP), Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut,

    • Rasuli Efendi Siregar (RES), Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Provinsi Sumut,

    • Heliyanto (HEL), PPK pada Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumut,

    • M Akhirun Efendi Siregar (KIR), Direktur Utama PT DNG,

    • M Rayhan Dalusmi Pilang (RAY), Direktur PT RN.



    Dari OTT tersebut, penyidik KPK menyita uang tunai Rp231 juta. Jumlah tersebut diyakini hanya sisa dari aliran dana suap yang telah dibagi sebelumnya.



    Menurut keterangan KPK, para tersangka diduga telah bersepakat untuk memberikan komitmen fee antara 10 hingga 20 persen dari nilai proyek yang mencapai Rp231,8 miliar. Total dana suap yang disiapkan diperkirakan menembus Rp46 miliar.



    Desakan Publik

    Sejumlah aktivis menilai, kasus ini berpotensi menyeret pihak lain di lingkaran kekuasaan daerah, termasuk Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Oleh karena itu, dukungan berupa karangan bunga dipandang sebagai simbol dorongan agar KPK tidak berhenti pada penetapan lima tersangka, melainkan terus menelusuri aliran dana hingga ke aktor utama di balik proyek.



    "Ini bukan sekadar kasus suap teknis, tapi menyangkut tata kelola proyek strategis daerah dengan nilai sangat besar. Publik berharap KPK benar-benar berani dan independen," ujar salah satu orator dari koalisi mahasiswa antikorupsi yang hadir di sekitar Gedung KPK.



    KPK Dinanti Sikap Tegas



    Meski hingga kini KPK belum mengumumkan pemeriksaan terhadap Bobby Nasution, gelombang dukungan masyarakat menandakan adanya ekspektasi tinggi agar lembaga antirasuah tidak tebang pilih.



    Kasus ini diyakini akan menjadi ujian besar bagi KPK dalam memperlihatkan konsistensi pemberantasan korupsi, terlebih jika menyangkut nama-nama yang punya kedekatan dengan pusat kekuasaan nasional.



    ( TIM )

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +