• Jelajahi

    Copyright © GAWAT NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    ads

     

    Pimpinan Nur Zam-Zam: Kami Terkejut, Namun Langsung Bertindak demi Menjaga Kepercayaan Masyarakat

    ADMINISTRASI
    Jumat, 31 Juli 2026, 1:32:00 AM WIB Last Updated 2026-07-31T08:32:34Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Deli Serdang – Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) sekaligus Kepala Pondok Pesantren Nur Zam-Zam Marindal I, Kabupaten Deli Serdang, Muhammad Rinaldi, didampingi Harun Parmonangan, menegaskan bahwa pihak pesantren tidak akan mentoleransi setiap guru maupun staf yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum ataupun mencoreng nama baik lembaga pendidikan.

    Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media pada Jumat (31/7), sebagai respons atas isu yang berkembang dan menyeret nama Pondok Pesantren Nur Zam-Zam.

    Muhammad Rinaldi mengaku dirinya bersama jajaran pimpinan pesantren merasa sangat terkejut, terpukul, bahkan marah ketika pertama kali mengetahui adanya dugaan persoalan yang melibatkan dua oknum guru. 

    Padahal, selama pesantren ini berdiri tidak ada masalah yang seperti ini. 

    Menurutnya, informasi tersebut justru diperoleh dari masyarakat, bukan dari guru yang bersangkutan maupun dari orang tua siswa yang diduga menjadi korban.

    "Kami sama sekali tidak mengetahui persoalan tersebut sebelumnya. Kedua guru itu tidak pernah menyampaikan kepada kami, begitu juga pihak orang tua ataupun wali murid. Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, kami langsung bergerak melakukan pengecekan dan mengikuti perkembangan yang terjadi di lapangan," ujarnya.

    Pihak pesantren kemudian menghimpun berbagai informasi dari sejumlah pihak, mulai dari orang tua siswa, peserta didik yang masih aktif, alumni, hingga sumber-sumber lain yang dianggap mengetahui persoalan tersebut. Selain itu, manajemen pesantren juga terus memantau proses hukum yang sedang berjalan terhadap kedua oknum guru yang bersangkutan.

    Dalam proses tersebut, pihak pesantren mengaku turut menerima berbagai keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Mereka merasa keberatan karena nama anak-anak mereka dicantumkan dalam pemberitaan dan video yang telah beredar luas di media sosial, sehingga menimbulkan tekanan psikologis bagi keluarga.

    Menurut Muhammad Rinaldi, kondisi tersebut tidak hanya berdampak kepada para siswa dan orang tua, tetapi juga memberikan beban moral bagi pengelola pesantren yang diberi amanah oleh Yayasan Nur Zam-Zam.

    Ia juga menilai peristiwa tersebut telah memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke pondok pesantren. Karena itu, pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan Islam yang selama ini telah banyak berkontribusi dalam mencetak generasi berakhlak.

    Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai perkembangan perkara tersebut. Menurutnya, proses hukum harus dihormati agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.

    Sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan disiplin dan menjaga marwah lembaga, Pondok Pesantren Nur Zam-Zam telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan kedua oknum guru yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Dua hari setelah peristiwa terjadi

    "Kami telah mengeluarkan surat pemecatan terhadap kedua oknum guru tersebut, agar mereka dapat fokus menjalani proses hukum yang sedang berlangsung. Ini merupakan bukti bahwa kami tidak pernah mentoleransi siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum. Kami juga tidak akan menutup-nutupi ataupun membela siapa saja yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum," tegasnya.

    Muhammad Rinaldi juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Ketua Yayasan Nur Zam-Zam, Abdul Hakim Siregar, M.Pd. Menurutnya, pimpinan yayasan memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut dan meminta seluruh jajaran pengelola segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan serta mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran.

    "Pimpinan yayasan meminta kami segera berbenah, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan menindak tegas setiap oknum yang bermasalah agar menjadi peringatan keras sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang," katanya.

    Di akhir keterangannya, pihak Pondok Pesantren Nur Zam-Zam menyampaikan apresiasi kepada insan pers dan masyarakat yang dinilai turut menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dan menjaga marwah lembaga pendidikan Islam.

    Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik, serta membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh peserta didik.(Team)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    Aceh (3) Budaya (1) Cinta (1) Daerah (45) Deli Serdang (3) HUKUM (1) Jakarta (3) Langkat (1) Medan (134) NASIONAL (2)

    NamaLabel

    +